12.05
Aku menatap telepon genggamku, tak sedikitpun bergerak memberi tanda bahwa ada pesan atau telepon yang masuk, darimu. Mungkin memang kamu tidak mengetahui hari spesial apa hari ini. Seharusnya saat awal bertemu, aku menunjukkan akte kelahiranku.
Harapanku agar kamu menjadi orang yang berusaha mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ pertama kali sepertinya harapan yang terlalu muluk, berlebihan. Banyak orang berkata, hidup berawal dari mimpi, tapi orang tidak pernah mengatakan bahwa sakit bila mimpi itu tidak pernah menjadi hidup.
02.35
Aku belum juga tertidur, masih tetap terjaga dengan harapan yang sama serambi membalas pesan dari sahabat dan teman-temanku satu per satu. Aku bersyukur masih ada orang yang peduli dengan hari ini, dan aku berharap kamu sama pedulinya dengan hari ini.
Mungkin nanti pada saat kami bertatap muka, aku berpikir positif.
Hal yang paling membosankan adalah menunggu. Namun mengapa aku tidak pernah bosan menunggumu, hanya terkadang aku merasa kelelahan meski tanpa air keringat membanjiri tubuhku. Pagi ini aku merasakan kelelahan itu terus menumpuk hingga hatiku kelu merasakannya. Aku berterimakasih kepada orang yang mempunyai ide hebat dan menciptakan kasur, yang selalu menjadi obat kelelahanku. Pada kasur aku memasrahkan tubuhku pagi ini.
14.43
Lelaki itu ada di ujung jalan, berdiri, bercanda dengan kawan-kawannya. Aku memantapkan berjalan menuju arahnya, ke arahmu. debu menyingkir dengan sendirinya di setiap pijakan langkahku. Semoga ramainya jalanan mampu menyamarkan dentuman jantungku, yang semakin keras saat jarak antara aku dan lelaki itu semakin menyempit.
Dan di sini aku sekarang berdiri di depanmu, terhenti sejenak mencari alasan untuk berdiri lebih lama. Aku buntu, aku kalut, aku berlalu. Tanpa mengeluarkan suara, tanpa memberikan dan menerima apapun. Hanya senyum yang tersungging manis darimu melekat pada otak dan hatiku. Semoga itu cukup mewakili kado terindah hari ini.
22.09
Manusia diciptakan dengan sifat tidak pernah terpuaskan. Senyum itu memang manis, belum cukup manis untuk menghiasi hari ulang tahunku. Aku menginginkan lebih. Mengapa sekarang terasa begitu sulit untuk mendapatkan hal itu, bahkan dulu bagaikan membalik telapak tangan, begitu mudah aku mendapatkan hal itu.
Hal manis yang dia ciptakan, melekat erat dalam ingatanku. Aku hanya ingin itu kembali. Masih mungkinkah itu terjadi. Hanya air mata yang menjawab pertanyaanku.
23.46
From: Him
Selamat ulang tahun, adek.
Semoga semua keinginanmu tercapai. :)
05/04/11 11:46pm
Aku bingung bagaimana aku harus menanggapinya. Air mata yang turun semakin deras, tidak berhenti. Semoga semua keinginanmu tercapai, begitu yang kamu katakan, segala keinginanku adalah bersamamu, masih mungkinkah itu tercapai?
Ucapan darimu menjadi begitu indah dan istimewa, bukan ucapan pertama yang kamu berikan namun ucapan terakhir. Berlaku juga kah pada cintamu?
Aku masih berharap.

No comments:
Post a Comment