Mendengar
dan atau melihat dia tertawa lepas, sungguh dapat membuatku tersipu-sipu
sendiri ikut merasakan kesenangan yang dia rasakan, meski aku memandangnya dari
sebuah sudut kelas dan dia ada di sudut lainnya. Tawanya membangun sebuah asa,
tertawa bersamanya.
Semakin
hari tawanya semakin riang, makin banyak kawan yang dekat dengannya. Untuk ukuran
siswa baru, dia sudah banyak orang yang dekat dengannya, pria-wanita, dalam
atau luar kelas. Untuk kemudian dia menjadi sosok yang populer. Sementara aku,
mampu dikenal segelintir manusia di kelas itu saja sudah bersyukur.
