October 18, 2011

no title (2)

Menuliskan sajak indah tentangmu
Kan tiada terputus
Meski  kini kita menjauh
Dan kini ku tlah tahu
Kau bukan untukku
Namun tanganku
Tiada pernah mengeluh
Saat jari ini terus menari
Di pangkuan kertas putih

Sajak ini terus ku ukir
Ku hias seindah pelangi
Meski kau tiada pernah mengerti
Akan makna sebuah puisi
Namun pikiranku tiada berhenti
Mengais kata-kata manis
Untuk utuhkan sebuah puisi

Sajak ini terus mengitari ruang kamarku
Membayangi setiap malamku
Membentuk goresan khayalku
Yang selalu berharap padamu

Ku kerahkan segenap tenagaku
Ku abaikana lelah raga dan hatiku
Memacu segala pikiranku
Untuk dapat terus menulis sajak untukmu

Probolinggo, 5 Juli 2007

2 comments:

Jayus said...

hahahaha....kayake aq tau sapa si subjek tuh....

Kanaya Martadjie said...

hahahha. ha!
it's not always about him, Jha. :D