18 Juli 2009, 11.58 pm
Saat ini aku masih belum sanggup untuk menengadahkan kepalaku, menatap orang di sekitarku, apalagi masa depanku. Esok toga akan ku kenakan, pita akan berpindah dari kiri ke kanan, kebanggaan dari orang tua aku dapatkan, pekerjaan tak usah lagi aku sangsikan. Kehidupan duniawiku nampak begitu utuh, meski ternyata kehidupan batiniahku begitu lumpuh.
Aku seperti sedang berada di depan sebuah akuarium, di hadapanku ada sebuah kaca bening, sebening sinaran wajahnya. Dia. Aku dan dia juga pernah menghabiskan waktu sore kami di cafĂ© ini. Dia begitu ceria sore itu, tawanya adalah hiburan tersendiri bagi batinku. Aah… Bisakah kali ini tak membicarakan dia? Memikirkannya membuat aku semakin merindukannya.
Rindu ini bagai narkotika,
merusak sistem imunku,
namun menimbulkan candu.