October 18, 2011

no title (2)

Menuliskan sajak indah tentangmu
Kan tiada terputus
Meski  kini kita menjauh
Dan kini ku tlah tahu
Kau bukan untukku
Namun tanganku
Tiada pernah mengeluh
Saat jari ini terus menari
Di pangkuan kertas putih

October 16, 2011

Cappuccino


18 Juli 2009, 11.58 pm
Saat ini aku masih belum sanggup untuk menengadahkan kepalaku, menatap orang di sekitarku, apalagi masa depanku. Esok toga akan ku kenakan, pita akan berpindah dari kiri ke kanan, kebanggaan dari orang tua aku dapatkan, pekerjaan tak usah lagi aku sangsikan. Kehidupan duniawiku nampak begitu utuh, meski ternyata kehidupan batiniahku begitu lumpuh.
Aku seperti sedang berada di depan sebuah akuarium, di hadapanku ada sebuah kaca bening, sebening sinaran wajahnya. Dia. Aku dan dia juga pernah menghabiskan waktu sore kami di cafĂ© ini. Dia begitu ceria sore itu, tawanya adalah hiburan tersendiri bagi batinku. Aah… Bisakah kali ini tak membicarakan dia? Memikirkannya membuat aku semakin merindukannya.
Rindu ini bagai narkotika,
merusak sistem imunku,
namun menimbulkan candu.

October 09, 2011

Keep Smile


hidup bukanlah tentang seberapa lebar kita tersenyum menghadapi masalah.
tetapi hidup adalah tentang bagaimana kita mengurai masalah dengan senyuman.

Fakultas Psikologi Unair, 08 Oktober 2011
Thanks to: Rian Indriani

October 07, 2011

This Is Us


Fight for PIASTRO 2011!

Gazebo Psikologi Unair, 07 Oktober 2011

October 03, 2011

no title (1)

Satu point penting yang sebenarnya aku ingin kamu ketahui,
Tawamu adalah bahagiaku.
dan aku ingin melihatmu selalu tertawa.

Fakta berkata lain,
Melalui tawamu, aku memperoleh luka.
Hanya demi mendengar alunan tawamu, 
aku membungkus air mataku.
Lalu turut tertawa di hadapanmu.