November 10, 2011

Ketika Memori Jauh dari Kata Sopan

I try to play some songs that change my point of view
But every song still reminds me of you
            Anggun C. Sasmi – Still Remind Me

I never felt this way before
Everything that I do reminds me of you.
Avril L – When You’re Gone


I'm so fed up with my thoughts of you
and your memories
and now every song reminds me
of what used to be
            Neyo – So Sick

And I remember all those crazy thing you said
You left them running through my head.
            Avril L – Wish You Were Here

Dan ketika aku menikmati lagu-lagu itu pada masanya, mereka hanya mengalun merdu di telinga tanpa menyentuh ambang batas hati. Mereka hanya kalimat yang menjadi bagian sebuah lagu. Dan hanya sebatas itu.

Namun kenyataannya adalah, aku kini memahami mengapa lirik seperti itu bisa tercipta. Karena setiap manusia mempunyai ruang waktu sendiri untuk mengenang masa-masa indah dalam hidupnya, spesifik tentang cinta.

Memori itu tersimpan dalam otak. Ibarat flash disk kita bisa saja membuat folder “Have to Remember” dan “Don’t Want to Remember” dalam otak untuk mengklasifikasikan mana-mana memori yang halal dan haram untuk di munculkan. Tapi pada prakteknya, pembuatan folder itu semacam percuma. File di dalam folder “Don’t Want to Remember” terkadang tiba-tiba seliweran begitu saja, masuk tanpa permisi ke dalam folder “Have to Remember”. Benar-benar tidak sopan.

Aku benar-benar mengalami ketidak-sopanan itu.

Setiap senti langkahku menjalani hari dan kehidupan, setiap senti pula memoriku menarikku kembali ke masa di mana aku (masih) bersama denganmu. Aku menjalani hari ini, namun memoriku menjalar pada hari ini setahun lalu. Aku berdiri sendiri hari ini, namun khayalku membawaku berdiri di sampingmu November tahun kemarin.

Semua panca inderaku seperti menginginkanmu tetap ada, mereka semacam candu akan hadirmu. Kerinduan mataku melihat wajah sok-tahu-mu, kerinduan telingaku mendengar omelanmu, kerinduan kulitku akan cubitan gemasmu, kerinduan hidungku mencium aroma tubuhmu, dan kerinduan lidahku mengecap manis-asin menjalani hari bersamamu.

Saat melihat hancurnya kamar karena betapa malasku membenahi keporak-pondaan ini, yang terngiang adalah, “jadi cewek gak boleh jorok, kalau cowok boleh.”

Saat mendengarkan Khaylila’s Song – Sheila On 7, betapa aku sering menyanyikan lagu itu dengan mengganti nama Khaylila dengan namamu.

Saat menghadapi American Favourite sendirian, yang terlintas adalah sebuah danau buatan di sudut kota.

Saat aku membutuhkan perlindungan karena malam datang bersama hujan, yang terdengar adalah, “Hoho1, cover me.

Saat aku lelah dan ingin terlelap, menguasai bantal dan guling dengan leluasa karena aku dan kamu tidak pernah mau berbagi benda-benda mati itu.

Saat aku bernapas, aku teringat betapa dulu aku mampu merasakan helaan napasmu, mendengar degub jantungmu.

Karena aku pernah sedekat itu denganmu.




 PS:
1 Hoho adalah nama boneka anjing besar milikku.

No comments: