When love is not talking about physically
Banyak orang yang mencibir, ‘ngapain sih ikan kecil seribuan kayak gitu dibelain dibawa ke mana-mana.’ Malah ada yang sedikit jahat berkata, ‘paling juga di taruh di WC terus disiram juga bakal mati.’
Memang kenapa kalau Fishy kecil?
Memang ada yang salah kalau harga dia per ekor cuma Rp 1.000,00?
Apa yang harus mendapat perhatian dan kasih sayang hanya mereka yang tidak kecil dan mahal? Justru ketulusan perhatian dan sayang yang kalian beri diragukan, karena memang kalian sayang atau karena berharga mahal sehingga kalian merasa harus menjaga baik-baik. Itu bukan cinta.
When love is about giving not taking.
Aku memberimu perhatian dan kasih sayang semampuku, tidak ada yang aku kurangi atau aku paksakan. Semua aku berikan secara tulus untukmu. Kamu tidak perlu membalasku dengan harta, cinta, atau dengan senyumanmu. Cukup dengan membiarkanku mengisi hariku memberikan cinta untukmu, itu sudah lebih dari cukup. Sungguh, aku tidak mengharap balasan apa-apa darimu, bahkan aku tak mengharap kamu paham bahwa yang ku beri padamu setiap detikan waktu adalah cintaku.
Loving without touching
Kita tinggal di alam yang berbeda, tidak mungkin bagi kita untuk menyentuh satu sama lain. Bahkan tidak mungkin kita mendefinisikan cinta dengan cara yang sama. Aku mencintaimu dengan cara daratan, dan kamu (tidak) mencintaiku dengan cara lautan. Aku bisa saja memaksakan egoku untuk menyentuhmu, meraba seluruh hatimu, mencurinya lalu menjadikannya milikku.
Tapi apa yang aku dapat dari itu semua? Bahagia? Tentu tidak akan pernah aku bahagia dengan raungan tersiksa dari lubuk batinmu.
Our memories
Ingat tidak waktu kita perjalanan ke Ngawi? Kamu yang begitu mungil aku letakkan di gelas Tupperware berwarna kuning, agar air di dalamnya tidak mudah tumpah dan aku bisa dengan leluasa membuka dan menutup memberimu udara.
Banyak yang menatap heran ke arah gelas kuning-ku, menatapmu. Tapi aku tidak peduli, sudah menjadi resikoku mendapat tatapan hina dari mereka, karena membawamu.
Itu pertama kali kamu naik kereta api, ku letakkan kamu di meja kecil dekat jendela, agar kamu mengerti bahwa kita sedang bergerak, kita sedang jalan-jalan. Aku dan kamu.
Aku berjanji membawamu pulang ke rumah saat liburan ini, mengenalkanmu pada Oski dan Cicil kucing peliharaanku. Mungkin kamu tidak akan suka dan bersahabat dengan mereka, tubuhmu terlalu kecil. Namun aku tetap ingin mengenalkanmu pada mereka, agar kamu tahu ada makhluk lain selain kamu.
Fishy, kamu adalah makhluk yang mampu menentramkan hatiku tanpa harus menjadi orang lain. Kamu makhluk paling jujur, you are the best partner in my life.
My pray
Tuhan, aku tahu, aku bukan hamba-Mu yang baik yang mampu menjalankan amanah-Mu memelihara Fishy dengan baik. Bahkan aku menempatkannya di gelas yang sempit. Tuhan, keinginanku membelikan Fishy aquarium yang baik dan sehat belum terwujud, maafkan aku Tuhan.
Tuhan, aku mencintai Fishy, dan selalu.
Mungkin Kau memanggil Fishy untuk bermain-main di aquarium surge yang lebih indah dan luar kan Tuhan? Supaya Fishy dapat berenang-renang tanpa harus kejeduk-jeduk.
Mungkin juga Engkau memanggil Fishy agar dia terbebas dengan segala kelalaianku.
Tuhan, maaf dan terimakasih atas Fishy yang pernah hadir dalam hidupku.
Selamat berenang menuju aquarium surga ya, Fishy. Aku mencintaimu.
Dedicated to Fishy Cat Doll
No comments:
Post a Comment