October 03, 2011

no title (1)

Satu point penting yang sebenarnya aku ingin kamu ketahui,
Tawamu adalah bahagiaku.
dan aku ingin melihatmu selalu tertawa.

Fakta berkata lain,
Melalui tawamu, aku memperoleh luka.
Hanya demi mendengar alunan tawamu, 
aku membungkus air mataku.
Lalu turut tertawa di hadapanmu.

Adakah aku telah puas dengan gelegar tawamu?
Adakah kau rasakan tawaku sempurna?
Adakah hatiku juga tertawa?
Pernahkah itu terlintas di benakmu, sebelum sampai engkau tetawa, lepas.

Dan sampai detik ini pun,
tidak ada yang mampu memberiku jawaban.
Apa yang sebenarnya kau tertawakan?
Kebahagiaanmu, 
atau kepedihanku atas kemenanganmu?

Probolinggo, 10 Januari 2008